Memuat Tanggal...

Hadirkan Bus X-Ray, RSUD Pancur Batu Sukseskan Launching Program Pesantren Bebas Tuberkulosis


Deli Serdang,
 
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pancur Batu kembali menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam transformasi pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Deli Serdang.
Mengawal kesuksesan peluncuran Gerakan Nasional Pesantren Bebas Tuberkulosis (TB), tim medis RSUD Pancur Batu secara proaktif menerjunkan fasilitas unggulan Bus Rontgen (X-Ray) portabel guna memberikan layanan screening paru gratis bagi ribuan santri di Pondok Pesantren Mawaridussalam.

Langkah strategis pelayanan medis jemput bola ini menjadi sorotan utama di tengah momentum kunjungan lintas kementerian berskala nasional. Agenda bersejarah ini dihadiri langsung oleh tiga pimpinan kementerian dari Kabinet Merah Putih, yakni Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Romo Muhammad Syafi'i, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus, serta didampingi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Pesantren Kemenag RI, Basnang Said.

Optimalisasi operasional Bus X-Ray RSUD Pancur Batu dalam agenda nasional tersebut merupakan wujud nyata dari instruksi strategis Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan. Pemkab Deli Serdang terus mendorong jajaran fasilitas kesehatan daerah untuk tidak hanya berfokus pada langkah kuratif, melainkan harus terus berinovasi melakukan langkah preventif yang langsung menyentuh akar rumput masyarakat.

Turut menyaksikan berjalannya layanan kesehatan inovatif ini, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Bupati Deli Serdang beserta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Komandan Kodim (Dandim) 0204/DS beserta unsur Forkopimda, serta perwakilan Pemerintah Kota dan Kemenag Kota Medan. Kehadiran jajaran pemerintahan ini disambut hangat oleh Pimpinan Pondok Pesantren Mawaridussalam, KH. Syahid Marqum dan Ustaz Busron Sudarmanto.

Melalui pengerahan fasilitas Bus X-Ray berteknologi mutakhir ini, tim tenaga kesehatan RSUD Pancur Batu mampu melakukan deteksi dini secara masif, cepat, dan akurat. Skrining ini dinilai sebagai langkah preventif yang sangat vital, mengingat lingkungan asrama atau pesantren memiliki tingkat interaksi sosial yang tinggi sehingga membutuhkan mitigasi kerentanan penularan secara terukur.

Keterlibatan proaktif RSUD Pancur Batu dalam menyukseskan Gerakan Nasional ini diharapkan dapat menjadi role model kolaborasi antara fasilitas kesehatan daerah dan institusi pendidikan. Melalui sinergi ini, pondok pesantren diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat pendidikan karakter yang unggul, tetapi juga menjadi komunitas percontohan yang sehat, higienis, dan terbebas dari ancaman Tuberkulosis.(Tim)